ujarku berusaha menjelaskan.Wajah Silvi mulai tampak cerah dan lebih tenang. Tangan kanannya terus menjambak rambutku, sementara tangan kirinya meremas-remas payudaranya. Bokeb aahhhh.. hhmmmppff.. Kuarahkan penisku dan kumasukkan perlahan ke dalam vaginanya. Putingnya yang berwarna merah muda kukulum dan sesekali kugigit. Kulihat ia terlihat gelisah, entah karena mendengar kabar pemecatan atau karena sekamar dengan diriku yang merupakan bosnya. bapak hebat banget.. Kurasakan pijatannya cukup kuat dan tepat di sasaran sehingga badanku terasa lebih nyaman. Tapi mengingat ia adalah bawahanku, kuusir semua pikiran kotor itu.Pak, emang bener ya pak aku mau dipecat? kok aku horny banget ya.. Aku terpaksa menyalakan TV dalam volume suara besar agar teriakannya yang sangat keras itu tidak terdengar dari luar. Ia membalas dengan penuh gairah sambil memainkan lidahnya dalam rongga mulutku.












