Namun aku tidak berontak. Iapun kaget, namun aku berusaha mengatur sikapku, aku yakin iapun masih ingat denganku saat ku tabrak. Bokep HD Akupun berterus terang dan Mas Hendra memahaminya. Jika ia pulang sore harinya,aku merasa ada yang hilang dalam hidupku. Perasaanku kepada Pak Rojak serasa ingin terus bersama dengannya. Sebagai wanita jawa aku dituntut untuk nrimo dan pasrah saja. Hatiku slalu terbayang wajah Pak Rojak. Bukan apa2, di kampungku orangtuaku juga punya mobil seperti itu. kulitku kata teman2ku sawo matang, karena jika putih pasti kalah denagn orang chines.Tidak heran selama aku kuliah dulu di daerah surakarta,banyak teman sekampusku yang coba endekati, namun hatiku terpaut pada Mas Hendra saja. yang perempuan bernama mak imah dan pak bidin. Tanpa ada kata2 ia genggam jemariku saat itu, aku merasa tenang seperti gadis remaja dengan pasangannya. Aku pikir itung2 balas jasa atas kesalahanku saat itu.Namanya Pak Rojak, umurnya kira2 66 tahun, namun masih kuat dan sehat. Setelah itu




















