“Kayaknya emang harus dikeluarin deh, daripada entar mengendap terus membeku dan menjadi batu.”Kutuangkan sedikit sabun cair di telapak tanganku, lalu kubelai secara perlahan juniorku. Ini Bram, Bunda suruh pulang untuk nganterin koper ke kantor Papanya.”“Nita, entar sore aja Bun, berangkat sendiri ke rumah Bunda. Bokep Montok Kalau kamu?” sahutku dan balik bertanya.“Hari ini, aku gak ada kuliah!” sahutnya memberitahu. Ia mengerang dan mendesah menikmati cumbuanku di area tengkuk lehernya. Ia akan muncul secara tiba-tiba ketika ada kupu-kupu lain mencoba mendekat untuk hinggap di tangkai mawarku. “Apa jangan-jangan waktu tadi dia ke kost-san nya Eva kepalanya kepentok sesuatu kalik ya? Dan dia selalu menghantuiku dimanapun aku berada.Semenjak SD, SMP dan SMA kami selalu satu sekolah dan selalu sekelas pula.




















