Habis sudah daya dan upaya Cinta. Laki-laki muda itu lalu memeluk Cinta dari belakang dan mendaratkan ciuman di pipi kekasihnya. Bokep Cina “…Om juga pengen bookingkamu”.“Om…!”, ekspresi wajah Cinta bertambah tegang. “Kalo cium bibir di kasur boleh dong?”. Tidak ada bra ataupun celana dalam yang menghalanginya. “Makasi ya Om”, Cinta hanya bisa melempar senyuman. “Iya, sorry musti buru-buru”. Baik Cinta maupun Felisia sudah saling mengenal keluarga masing-masing dengan sangat dekat. “Memang siapa pembimbing kamu?”. Mereka sudah bersahabat karib sejak SMU. Selain faktor fisik dan materi, Cinta juga melihat Rido sosok yang bertanggung jawab sebagai calon suami. Untungnya mereka bisa kompak bersandiwara untuk berpura-pura tidak saling mengenal. Hahaha”. Cinta meletakkan brosur itu kembali dan mengikuti langkah Om Rudi menuju lift. Hehehe”. Namun sekali lagi, perkiraan Cinta salah. “Cinta udah makan Om, makasi”. Sambil melumat bibir lembut itu, tangan Rido bergerak masuk ke dalam kaos yang dipakai kekasihnya.




















