Sejenak Om Ridwan diam. Bokep Jilbab/Hijab “Kita sudah sama-sama dewasa Ta, jadi Om bakal cerita terus terang saja…”.Om Ridwan kemudian bercerita panjang lebar tentang kebiasannya bermain wanita dan gadis-gadis muda. Sambil tergagap ia hanya menjawab singkat, “Gue musti buru-buru nih, gue musti balik lagi ke kantor”. “Yakin? Hal ini dikarenakan, nomor ponsel ini hanya ia gunakan untuk menerima booking-an. Jadi Om Ridwan bukanlah sosok yang asing dimata Cinta. Beberapa saat yang lalu Rido telah dua kali merasakan kehangatan tubuh Cinta, namun baginya itu tidak akan pernah cukup. Perhatiannya pun kembali tertuju kepada sosial media yang tadi sempat teralihkan. Habis sudah daya dan upaya Cinta. “Boleh ya Om?”.Gadis cantik itu melemparkan senyuman, walaupun jauh di dalam ia sedang gundah. Laki-laki itu adalah Om Ridwan. Parasnya yang cantik alami pastilah membuat laki-laki tergoda untuk meliriknya. Tapi ternyata masalahnya tidak sesederhana itu, ketika Om Ridwan melanjutkan kembali kata-katanya.“Ta, Om sudah dengar cerita Om Rudi dan juga cerita




















