Rupanya Sari berpikiran sama. Aman. Bokep Tante Keteganganku yang tadi sempat turun oleh “gangguan” orang lewat, kini naik lagi. Kalau bawa orang lain bisa terbongkar belangku oleh kawan kantor. Aku yang makin penasaran ingin menidurinya. Tanganku kembali meremasi bukit kecil kenyal itu sambil secara bertahap mencopoti kancing kemejanya. Aku penasaran! Hampir.., hampir.., dan “Creett”, Kusemprotkan maniku ke dalam mulut Sari. Aku menuju puncak. “Mau dicium..?”. Aku menuju puncak. Kuluman sebentar, tapi membuatku exciting. Gelap dan sepi. Celanaku terasa sesak. Roknya selalu model mini dan cara duduknya sembarangan. Seringnya sampai jam 19 atau 20. “Dengan senang hati”. Keteganganku yang tadi sempat turun oleh “gangguan” orang lewat, kini naik lagi. “Kata Mas tadi mau jalan-jalan ke Lembang..”. “Boleh..”, kataku sambil memindahkan tanganku dari paha ke belahan kemejanya, menyusup ke balik BH-nya, meremas. Puting yang hampir tak terasa, karena kecil. Tawaran yang naif, sebab jawabannya begitu jelas.




















