Kalau dilihat, gubuknya seperti rumah dukun dan didindingnya ada semacam tulang2 dan bau menyan. Hatiku slalu terbayang wajah Pak Rojak. Bokep Thailand buk saya,,, ingin merasakan kehanagatan tubuh ibu,,, katanya. Pak Rojak kuajak makan.Kami duduk berhadap hadapan, ia pandangngi terus mataku. Supaya Mas Hendra tak curiga pada orang yang ku tabrak itu, maka aku setuju saja jika ia jadi sopirku. Lalu Mas Hendra menanyakan sebab perubahan sikapku itu. Entah kenapa setiap hari, ada2 saja yang ia pegang dari tubuhku, kadang dadaku, paha, kadang ia cium bibirku. Lalu ia sarankan aku untuk mengambil seorang sopir, untuk mengantarku.Akupun setuju, sebab aku memang trauma sejak saat itu menyetir sendiri. Saat ini usiaku menginjak 27 tahun. Pak Rojak kuajak makan.Kami duduk berhadap hadapan, ia pandangngi terus mataku. Kami tinggal di surakarta dan menempati rumah pemberian orang tua Mas Hendra. Masih terbayang olehku saat, pria itu jatuh dan memanggil manggil aku untuk berhenti, namun aku tancap gas.




















