“Lagi yan..Lagi yan..Lagi” desahnya sambil memegangi pantatku seakan ingin menekannya terus.“Gila Ra, memek kamu enak banget, sempit banget”. Bokep Ojol “Belom punya tempat nginep” jawabnya singkat. Kadang tanganku mengelus memeknya. “Hmmm.. Rara cuma mengangguk kecil. Kalo aku jadi cewek itu, aku pasti juga nuntut tanggung jawab” kata Rara. Akupun merasa aku sedikit lagi akan orgasme. Pertanyaan terbesar tetap saja, ngapain Rara melem-malem ada tempat hiburan malam di Bandung, sendirian lagi. Bukannya kamu di jakarta ? “Tadi sore” jawab Rara. Aku juga membuatkan dia teh hangat. “Aku cuma butuh ditemenin sekarang, tapi janji aku ceritain, kamu kan orang yang jadi repot gara-gara masalahku ini” lanjut Rara. “Enggak Ra, ML sakit banget, makanya aku gak mau lagi” jawabku becanda. ada apa nih, tumben nelpon aku. “Aduh yan sakit banget” kata Rara memelas. Setelah tangis reda, pelukan kami lepaskan, aku dan rara rebahan saling bersisian kembali.“Mungkin emang dia bukan jodoh kamu Ra.” kataku ke Rara.




















