Tetapi belakangan ini dia selalu pulang terlambat. Bokep Thailand Ternyata Su’eng tak seburuk yg kubaygkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh badanku, tetapi sikapnya dan perlaquannya kepadaqu tetap tenang, sehingga dikit demi sedikit rasa grogi yg menyerangku mulai memudar.Su’eng menanyakan dgn lembut, aqu ingin minum apa. Dia cuma menjawab“Aqu mencari penghasilan tambahan Bell”, jawabnya singkat dan acuh.Mas Berto makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dgn mulut berbau alkohol, dan hampir tak sadarkan diri, ternyata dia mabuk sangat berat. Aqu menyadari Mas Berto sedang suntuk, jadi lebih baik aqu menahan diri sehingga tak menimbulkan masalah baru. Kemudian sesudah lama berbicang-bincang ia menawarkan sebuah jalan keluar kepadaqu untuk melunasi hutang-hutangku dgn sebuah syarat”, ucap Mas Berto.“Apa syaratnya, Mas?” tanyaqu penasaran.“Ternyata dia menyukaimu, dia minta izinku supaya kamu bisa menemani dia semalam saja”, ucap Mas Berto dgn pelan dan tertahan.Aqu seperti disambar petir saat itu, aqu tahu arti ‘menemani’




















