Kuciumi kembali tubuh Ibu Maya, kontolkupun tegak kembali, kubalik tubuh Ibu Maya agar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Entah nasib baik ataukah nasib buruk tapi aku benar benar menikmatinya.,,,,,,,,,,,,,, Aku hanya diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah.“Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman di tangan Ibu.”“Terima kasih Bu,” jawabku lirih sambil menundukkan mukaku“Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK?”“Tentang apa Bu?” tanyaku.“Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolak” pintanya tegas.Akupun keluar dari ruangan Ibu Maya dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Ibu Maya yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa malu karena hubungan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain.“Kenapa Pen? Bokep Family “Makanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Nikmat sekali.. Pento ngapain kamu disini?” sapa Ibu Maya.Aku jadi bingung, namun Ibu Maya mengedipkan matanya, akupun mengerti




















