Namun aku sama sekali tak tertarik padanya. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Bokep SMA Aku memang tak mengerti dgn kekecewannya. Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Memandangi Lidya yg sudah rapi berpakaian. Apalagi sampai jatuh cinta. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran.Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Tak terlihat ada pesta. Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aku sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali.




















