“habis ini kamu bikinin teh manis buat mbak, bisa kan?”,tanyaku agak berbisik. Bokep Arab Sering kutangkap moment itu yg kemudian membuatku akhirnya bertanya pada istriku.Ternyata istriku pun tahu dan juga menceritakan kejadian di siang hari waktu Nakim naik keatas bangku utk mengganti lampu dapur, dimana kala itu istriku yg memegangi bangkunya. “tergantung kamu ngapain”,sahutku nyengir. “iya,mas..emang montok”,jwb Nakim pelan.Aku dan Nakim pun tertawa kecil.“penasaran ya,kim”,godaku sambil nyengir.Nakim tak menjawab, tp cengiran’nya sudah jadi tanda bhw ia setuju dgn ucapanku. Tangan Nakim menahan kepala istriku dgn kuatnya, desis dari mulut Nakim terdengar parau. “tergantung..”,ucapku sambil menatap wajah istriku. Nakim sempat melirik kepadaku, kurespon dgn mengangkat jempolku sesaat. Namun saat jam makan siang lewat telpon istriku menjelaskan kalau sikap Nakim tampak biasa saja, malah jadi lebih malu2 dibanding sebelumnya.“pokoknya kamu tenang aja,pa..ini aku habis ngetes lagi nih”,ujar istriku ditelpon. Aku mengerti dan pasang senyum,”ya udah, tidur gih, besok aja bahasnya”,ucapku masih berbisik.




















