Budi tersenyum dan mencium keningku. “Ya pingin aja atuh, namanya juga penasaran.” Jawabku. Bokep Montok Aku bilang aja jangan macem-macem ke teteh, karna teteh yang punya ini rumah. Sekarang yuk, di meja dapur.” Katanya sambil menarikku keluar kamar mandi menuju dapur kembali. Namanya perjaka. Kadang aku berfikir, kenapa ortu ku mengijinkan ya? Penasaran, aku keluar menuju dapur yang bedekatan dengan ruang tengah yang biasa dipakai kumpul oleh mreka. Emm, mungkin dia bukan anak broken home juga. Khususnya abege-abege yang broken home. Tapi aku maklumi sih. Rumahku sangat bebas untuk didatangi siapapun beberapa hari ini. Dia menjemur pakaian terakhirnya. Boleh minta no hp nya?” Kataku. Dengan keadaan kamar mandi gelap, dia sepertinya kewalahan, susah mencari mana lubang yang benar.




















