“Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya. Bokep Barat diberi sama Mas Herlambang”, sahutku bangga. “Ada apa, Lin?” tanyaku polos.“Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. “Namun apa nanti Mama dan Papa kamu tak marah, Lin?”, tanyaku masih tetap tak mengerti keinginannya.Lidya tak menyahuti, malah berdiri dan menarik tanganku. menjambak rambutku, dan membenamkan Wajahku ke dadanya.Tentu saja aku jadi gelagapan karena tak bisa bernapas. Begitu dekatnya sehingga aku bisa merasakan kehangatan hembusan napasnya menerpa kulit wajahku. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa karena polos. Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yg berserakan di lantai. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tak mengerti. Karena apapun yg aku ingin minta, selalu saja diberikan. menjambak rambutku, dan membenamkan Wajahku ke dadanya.Tentu saja aku jadi gelagapan karena tak bisa bernapas.















