Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Maafkan aku Tia…aku tdk bermaksud mempermainkan kalian berdua, karena aku memang sungguh-sungguh terhanyut dan tidak bisa lepas dari dekapan hangat dan manjamu….. Bokep Korea “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. Hujan tidak juga berhenti. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. sambil sesekali mempermainkan puting susunya seolah menarik perhatianku. Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. Tia memeluk erat tubuhku dari belakang, sambil bibirnya sesekali ditempelkan diarea sensitifku, di belakang telinga dan payudaranya yang kenyal menempel lembut dipunggungku, membuat darahku naik sampai di kepala.Terdengar bisikan suaranya yang manja “Terasa ngga ?”. Dua hari dari kejadian itu, Evi masih terlihat marah padaku. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Dari awal kedekatanku dengan Tia ini yang membuat perasaan kami berbeda, karena tidak bisa sedetikpun kami




















