Selama hampir sejam, rapat berlangsung cukup serius dan terus terang…membosankan, banyak kata-kata munafik demi rakyat lah, demi umat lah, demi kemashlatan bersama lah, aqu sih sudah sangat kenyg bahkan eneg mendengar semua itu.Bagiku mereka sebenarnya cuma mengutamakan uang, tahta, dan syahwat, hanya saja pintar-pintar mereka dibalut dgn kata-kata manis seperti yg sebelumnya kusebutkan itu. Apalagi remasan keras di buah dadaqu semakin intens dan sapuan lidah kasar di puting disertai gigitan. Bokep Montok Sudah siap semuanya?” tanyanya“Beres Pak, tinggal menunggu perintah kapan disajikan!” sahut si chef.Pak Adi menghampiriku“Kamu siap Kir?” tanyanya“Siap Pak kapan saja kok!” jawabku tersenyum.“Hehehe…kamu memang sekretaris aqu yg hebat” pujinya, “baik kita jumpa lagi di ruang tengah!”Meja ini pun didorong menuju ruang tengah tempat jamuan berlangsung, jantungku berdebar-debar menanti pesta liar itu. Dan langsung menggenjotku cepat. Setibanya di sana, aqu disambut pembantu rumahnya membukakan gerbang.




















