Tetapi aku tak mendengar suara teriakan itu. Ia peluk diriku erat-erat. Bokeb Ia lalu duduk di bibir ranjang sambil meraih tanganku dan membisikan kata-kata rayuan bahwa aku ini cantik namun kurang beruntung dalam perkawinannya. Ia seolah tak percaya dengan apa yang ada dihadapan matanya kini. eennaakkhh.., hebaathh.. Aku tak mengerti kenapa aku bisa berubah menjadi binal, tak ada bedanya dengan perempuan-perempuan nakal di jalanan. Aku tak pernah merasakan dijilati seperti itu sebelumnya. Aku sendiri tidak memanfaatkan terbebasnya tanganku untuk mendorong tubuhnya dari atasku. Sudah terbayang di benakku, setiap hari aku tinggal di rumah besar dan mewah (setidaknya untuk ukuran di kampungku), naik mobil bagus keluaran terbaru.Hari-hariku sebagai istrinya memang membahagiakan dan membanggakan. Meski dengan kakak iparku sendiri?




















