Mimpimu itu baru permulaan dari ilmu gendamnya. Bokep Mama Walah, aku hampir ketawa mendengarnya. wedus! Erangannya semakin keras (untung saja suara TV di luar sangat keras dengan lagu dangdut, moga-moga erangannya tidak ada yang mendengar). Kini kulepaskan hisapanku di susunya dan bertanya (pasti suaranya sudah tidak tampak berwibawa lagi, tapi penuh nafsu): “terus, habis cium susumu, dia cium lagi di sini ya?” tanyaku, sambil menunjuk pada kemaluannya: “i.. karena sudah terbelit nafsu aku sampai tidak menanyakan pertanyaan pertanyaan standar seorang dukun: rumahmu dimana, bapakmu siapa..Ah, aku menggeleng. apa yang kamu lakukan kemarin malam, Dar? Bangsat! Dengan gerakan ditenang-tenangkan aku mengambil gelas dan mengisinya dengan air kembang dari baskom di mejaku. “Mbah, apakah pasti saya sudah sembuh?” tanyanya dengan suara bergetar. bangun!” suara yang sayup-sayup tadi kini menjadi semakin jelas seiring dengan meningkatnya kesadaranku. Aneh, Dia tidak tampak kaget lagi (mungkin lama-lama dia sudah biasa?) dia menggumam malas: “mana obatnya Mbah?




















