Ternyata nikmat juga rasanya menyentuh benda
kenyal dan hangat, apalagi milik majikanku. Bokeb Kan kamu sudah jadi kepercayaannya.Lagi pula kamu diberi tugas menjaga aku selama ia belum pulang” katanya lagi. Desiran
mulutnya mulai kedengaran seolah tak mampu menyembunyikannya di depanku. “Oh yah, masuk saja dulu makan nak, siapa tahu temanmu itu
belum makan malam” katanya pada si sopir itu sambil mempersilakan kami masuk ke
ruang dapur.Ayo Nif, kita sama-sama makan dulu baru ngobrol lagi”
ajakan si sopir itu seolah ia sudah terbiasa di rumah itu. SA. Kami duduk berhadapan, lalu ia segera
membuka kancing bajuku satu persatu hingga ia lepaskan dari tubuhku. Aku gemetaran dan nampak kampungan ketika memasuki rumah yang serba mewah itu. “Yah, Bu’. Ia sesekali mengintip aku sambil
memegang korannya. Lagi-lagi aku tentu mengikuti kemauannya. Yah khan?” katanya
seolah sangat puas dan bahagia ketika kami saling berdamping dalam posisi tidur
telentang.




















