Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. Dengan sopan aku menganggukan kepala kepada mereka, sambil tersenyum ramah. Bokep Crot Aku hanya tersenyum mendengar Dina mengatakan itu. “Makasih pa, Ma..” teriaknya sambil mencium pipi Papa dan Mamanya. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. Suasana cafe malam itu sangat special buat diriku, karena kedatangan orang yang sering aku khayalkan setiap saat di tempat yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. “Aku nggak pernah membayangkan kalau aku bisa sedekat ini dengan dirimu” jelasku setelah bisa menguasai keadaan. Bibirnya sensual dan selalu basah alami tanpa olesan lipstik. “Sudah dong Diet.. Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi yang Ananda bilang pernah menceritakan aku sebelumnya.




















