Merry cuma bisa menutup mata sambil memalingkan wajahnya,mulutnya terkatup rapat menahan kelakuan Wok itu, tentunya dia merasa kegelian dengan permainan jari lelaki itu. “Ctek..”,saklar lampu kunyalakan, melihat sekeliling,gak ada apa apa. Bokep Tante Perlahan aku mengitari ruang tengah, kosong,tv yang masih menyala dengan suara perlahan tak matikan. Wok dengan kurang ajarnya menggelitik ketiak Merry yang terpentang lebar itu. Baru sekitar 10 menit dia tampak bergerak, dengan lesu dan terdiam dia melepas ikatan kakinya. Mulutnya mulai mendekat sambil berbentuk monyong monyong ke dada istriku.“cuupp…cuppp…mmuuahhh”,goda Wok dengan kurang ajarnya memonyongkan bibirnya.Istriku langsung berontak lagi dengan keras dan berhasil membuat tubuhnya tengkurap kembali.“Hadooohh….nih nyonya bandel amat sih”, gerutu Wok karena pegangan nya terlepas. Aku juga berusaha berontak tetapi ikatan di kursi ini membuatku tak bisa bergerak sama sekali, ditambah rasa pusing akibat kebentur di lantai masih membekas terasa sekali di kepala.“Muuacchhh..muaacchhh…kitik kitik kitik kitik…..kitik kitik kitik kitik”,cuma itu yang terus kudengar dari Wok, sementara Merry masih meronta




















