Ia berjalan memasuki kamar dan mengunci pintunya. Sementara Bram tak pernah memberiku kesempatan yang cukup untuk bernafas. Bokepindo Terasa benar, telapak tangannya yang kasap di permukaan buah dadaku, ditingkahi dengan jari-jarinya yang nakal mepermainkan puting susuku. Aku pun dengan malas bangkit dan mengumpulkan pakaiannya yang berserakan di lantai.Sambil berpakaian ia bertanya, “Bagaimana dengan ujian saya pak?”.“Minggu depan kamu dapat mengambil hasilnya”, sahut laki-laki itu pendek.“Kenapa tidak besok pagi saja?”, protes aku tak puas.“Aku masih ingin bertemu kamu, selama seminggu ini aku minta agar kau tidak tidur dengan lelaki lain kecuali aku!”, jawab Pak Hr.Aku sedikit terkejut dengan jawabannya itu. Ingin rasanya membiarkan lelaki tua ini berlaku semaunya atas diriku. Sekujur tubuhku mengejang. Milikku hampir tidak dapat menampung ukuran Pak Hr yang super itu, dan ini makin membuat Pak Hr tergila-gila.Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Pak Hr membalik tubuhku hingga menungging di hadapannya.




















