Setelah negosiasi harga, aku pun memberikan uang 300 ribu kepada bapak Udin. aku memuji dia dan grup nya yang sudah berpentas tadi. Bokepindo Langsung tanpa ragu, dimasukannya ujung kepala kemaluanku kedalam mulutnya. Memang ukuran kemaluanku lumayan besar dan tebal dibandingkan pria lain pada umumnya. aku berkata kepadanya,“Dewiaaa… aku mau keluar nih…” Dewi membalas,“Iya mas… Ohh… Dewi juga mau keluar lagi…” Dewi semakin liar menggoyangkan pantatnya. Memang paman ku ini adalah businessman yang sangat sukses, tapi juga ramah dan selalu memperhatikan para pekerja nya. Ternyata dia tak keberatan, dan malah semakin merapatkan diri kebadan aku.Aku sibak rambut Dewi dari lehernya, dan langsung kuserbu dia dengan ciuman dilehernya yang putih dan jenjang itu. Rambut nya hitam, lurus panjang dan dia mempunyai wajah yang biasa saja. aku sempat memperhatikan badannya untuk beberapa saat. Di bulan Agustus ini, kebetulan aku sedang liburan pulang ke tanah air selama sebulan.




















