“Inget waktu kuliah dulu ga yan, kamu kan bantu aku terus” lanjut Rara. Rara hanya memandangku sambil menggigit bibirnya.Saat penisku sudah masuk 1/2 Rar memekik “AKhh…sakit yan” . Bokep STW “Hmm… Hgmmm.. Tapi berhubung kamu sedikit mabuk wajarlah” kataku. Tapi tiba-tiba tunanganku dateng sama seorang cewek. Aku melihat ada sediki darah mengalir dari vaginanya, mungkin sisa selaput daranya masih ada yang belum pecah.Aku goyang perlahan penisku, tubuh Rara terguncang sedikit, rara masih menggigit bibirnya. Sepertinya Rara juga sangat menikmatinya, tubuhnya bergetar sambil mengeluarkan lenguhan-lenguhan kecil “Uggrhh….ugrh….”Pahaku yang dijepit diantara selangkangan sengaja aku gesek-gesekkan ke memeknya supaya Rara makin terangsang. Aku masih pengen ngobrol-ngobrol dulu sama kamu” kata Rara. “Ya iklas lah, namanya juga temen” jawabku. Ternyata Rara juga tidak memakai celana dalam. “Beda gimana ?” tanya Rara yang sudah rebahan disebelahku. Setelah tangis reda, pelukan kami lepaskan, aku dan rara rebahan saling bersisian kembali.“Mungkin emang dia bukan jodoh kamu Ra.” kataku ke Rara.




















