Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Vidio Sex Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Aku nggak marah kok. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. Marah yaa? “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. “Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. “Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya. Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.




















