Putingnya ia pilin-pilin dengan mesra. Bokep Family Ia hanya sempat memandangi punggungnya serta gaunnya yang berkibar ditiup angin berjalan memasuki bandara ke gerbang keberangkatan, untuk terakhir kali tanpa menoleh ke belakang, dengan pandangan kosong. Malam ini nginep aja di sini…hujannya juga belum berhenti!” tawar Ayu“Eerrr…Mbak!” Faried menepuk pundak Ayu yang membelakanginya“Iya…eeemmm!”Saat Ayu menoleh, Faried mencuri sebuah ciuman dan dibopongnya Ayu ke arah tempat tidurnya yang berukuran queen size dengan warna serba pink. Tidak hanya sekedar, ‘Mau ke mana?’ atau ‘Jam berapa mau dijemput?’, dan sebagainya. Namun belakangan ini sudah ada sedikit ‘peningkatan kualitas pembicaraan’. Faried juga menikmatinya dengan pikiran yang melayang meresapi rasa geli dan nikmat yang menjalari sekujur tubuhnya.Beberapa menit kemudian, Faried mengangkat badannya sekitar 45 derajat dan bersandar pada kepala tempat tidur Ayu. Perlahan, disusurinya perut, pusar dan pinggangku dengan lidahnya.“Eeemmhh…Mbak!” desah Faried yang merasakan geli-geli nikmat yang membuatnya merinding. Ayu mengerang di antara hisapan-hisapannya pada batang kemaluan Faried.








