Ketika Qiu Qiu berkeinginan menaiki motorku, sekilas tercium wewangian wangi khas remaja. Kutahu sebentar lagi Qiu Qiu dijemput. Bokep Sesampainya di sana, aku langsung memesan satu porsi ikan bakar yang kiranya lumayan untuk kami berdua dan dua gelas es teh. Akupun pun pulang dengan motorku sendiri.Malam ini terasa sungguh lama berlalu. Budaya yang jauh bertolak belakang dengan lokasi asalku di Kalimantan dulu pun dengan cepat bisa kupahami dan kuikuti. “terserah” jawab Qiu Kiu singkat.Aku juga tak menjawabnya lagi. Saat itu lumayan lama kami berbincang-bincang, walaupun melulu seputar latihan sekolah saja.Tapi tersebut sudah lumayan membuat hatiku senang. Budaya yang jauh bertolak belakang dengan lokasi asalku di Kalimantan dulu pun dengan cepat bisa kupahami dan kuikuti. Mungkin tersebut juga yang terdapat di pikiran Qiu Qiu, sebab sepanjang perjalanan kami tak tidak sedikit melakukan percakapan Dengan perlahan kami berjabat tangan dan saling bertukar nama dihadapan guru kami.




















