Obrolan terus berlanjut sampe dia turun di Thamrin dan aku terus ke kota. “Gantian mas… aku cape”, katanya. Film Porno Ketika bis memasuki jalan tol, aktivitas kami meningkat. Aku angkat tangan kirinya dan aku kecup lembut punggung jarinya. Tangannya langsung beraksi menurunkan ritsleting celanaku dan aku sendiri langsung mengangkat rok panjang model ketat miliknya. Perempuan muda berjilbab bernama Siti Fathiya, biasa dipanggil Tia. Cewek manis berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil bercerita bahwa teman-temannya penasaran karena dia hari itu punya banyak cerita konyol.Pagi itu kami menjadi lebih akrab. Akupun mulai memancing obrolan ke arah yang menjurus sex. Akhhhhh… sudah ada lampu hijau pikirku. Kayanya maksud aku buat kencan ama dia udah ketauan. Sampai akhirnya dia ngomong “kamu lucu juga yach.., nggak kaya cowok yang laen.””Maksud kamu ?” tanyaku lagi.”Biasanya mereka baru ngobrol sebentar udah nanya nama terus minta nomor telepon.” Setelah itu kami saling berkenalan.




















