Aku berdiri di sampingnya sambil melihatnya mencuci piring. Giginya masih sesekali mengenai batang kontolku. Bokep Lagi – lagi mataku mengarah ke memeknya yang berada tepat di depan mataku. Saya minta maaf” jawabku terbata.Lalu Bu Yati kembali tidur dan ia membuatnya seakan tak terjadi kejadian apa – apa. Aku sendiri masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Ada cairan kental yang kudapat di dalam memeknya dan terasa semakin asin. Sejak saat itulah aku rajin mengunjungi Bu Yati di Lapas. Aku hanya bisa mendesis dan mengerang sambil meremas rambutnya. Ku lihat ia hanya diam dengan tatapan serius.“Aku serius Mas Devan. Lantai rumahku juga tampak lebih kinclong dari biasanya. Akhirnya aku pun luluh dan memutuskan untuk mendengar alasan wanita itu melakukan semua ini. Anak Bu Yati sudah dipindahkan ke ruang inap. Lagi pula kita kan harus saling membantu” jawabku.Bu Yati pun menceritakan siapa aku yang sebenarnya kepada Ayu.




















