“Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya. Bokep Mom Namun nggak mau dirayakan. Bahkan dia menekan dadanya yg membusung padat ke dadaku.Terasa padat dan kenyal dadanya. Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aku meminjaminya. Debaran di dalam dadaku semakin keras dan menggemuruh saat Lidya memeluk dan menciumi wajah serta leherku. Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah. Lidya hanya diam saja. sehingga tak ada selembar benangpun yg masih melekat di sana. “Sudah jangan banyak tanya. Entah kenapa tiba-tiba sekujur badanku menggelelar ketika penisku tiba-tiba menyentuh sesuatu yg lembab, hangat, dan agak basah.Namun tiba-tiba saja Lidya memekik, dan menatap bagian penisku. Namun aku yang polos tak tahu apa yg membuatnya kecewa.“Ada apa, Lin?”, tanyaku tak mengerti perubahan sikapnya yg begitu tiba-tiba. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis.










