Tapi ditengah celucupan dan remasan Prima ini, diam-diam tanganku mulai menyelidik. Tapi ditengah celucupan dan remasan Prima ini, diam-diam tanganku mulai menyelidik. Bokeb “Iya Bunda.” “Ya udah simpan resinya di meja itu. Akhir-akhir ini keliatannya kayak yang murung gitu ? Sebab ia tetap perkasa serta mampu memberiku kepuasan.Hanya saja ia tidak jarang ke luar kota, sebab pola bisnisnya jauh tidak sama dengan pola bisnis Yadi. Dengan benak penuh tanda tanya. Dan terdengar suaranya sendu,
“Bunda…maafkan saya, Bunda…” Aku agak kaget. “Iya Bunda….saya bersumpah akan merahasiakannya….”
“Hush, gak usah pake sumpah segala. Jangan berlutut seperti itu.” Prima duduk lagi di sebelah kananku, dengan kepala tertunduk. Katakanlah usaha suami baruku itu segala dikerjakan sendiri. Sebab itu, hatiku rutin menanggung beban berat, takut kalau sebuahsaat statusku diketahui oleh orang tuaku. “Kunciin dulu pintunya Pri…” kataku sambil menunjuk ke pintu kamarku yang tertutup, tapi kelihatan belum dikunci. Kemudian kembali lagi ke kamarku, mendampingi paket kiriman dari Batam, dari Mami




















