Aku dan Toni pernah bawa perek ke rumah. Segera kuambil minuman dingin dari lemari es. Bokep Cina Rutukku lagi dalam hati. Saat mataku melirik ke arah dalam lemari es, mencari minuman, kusempatkan untuk melirik sekali lagi ke arah batang kontol Willy. Badannya yang tinggi dan kekar berotot itu polos. Habis ngentot dengan Mama, masih sanggup ngentoti si Mimi sebinal tadi. Padahal sebab perceraian kedua orangtuaku itu adalah jelas-jelas karena kesalahan Mama. Tapi tak juga pernah kesampaian. Hehe. Bisa berabe nih. Aku sampai melotot melihatnya. Malu. Ada apa denganku ini? Kulihat Mama sedang berbaring telentang di atas meja makan kami. Sampai suatu hari. Gila!” rutukku dalam hati. Kayaknya, buatnya itu hal yang lumrah saja. Celana renang segitiga yang kukenakan, tak lagi bisa menampung kontolku yang membengkak. “Gila lo,” kata Mimi. Sekitar memeknya yang penuh jembut lebat kulihat belepotan cairan putih kental sampai ke perutnya.




















