Kita banyak waktu. Cara memakai celana dalamnya yang buru-buru menyebabkan mataku sempat menikmati bulu lebat kelaminnya. Bokep “Alia!” seruku sebelum akhirnya tersadar dari bengong, membuang handuk dan mendekatinya. Asli dari Manado tapi kelahiran Makassar. “Engga apa-apa.”
“Pakaianmu masih lengkap.”
“Sama aja kan, Mas puas juga kan?”
“Benar, barusan Mas puas sekali, tapi..”
“Engga pakai tapi,” potongnya. Waktu putingnya kuhisap-hisap, Alia mendesis. Aku menindih tubuhnya. Bingung jawabnya. “Tulis laporan. “Tapi..” Alia bangkit duduk. Tak apalah, Aku punya banyak waktu untuk mencoba dan mencoba lagi. Gue dulu,” sahutnya.Seperti biasa, selesai mandi Alia tampil dengan pakaian lengkapnya. akhirnya peluang buat ketemu Alia datang juga. Menit-menit berikutnya aku masih di dalam. Teknologi mempengaruhi perilaku manusia tak bisa dibantah. Pahanya pun oke saja, tadi tanganku merasakaannya, halus berbulu lembut.“Kenapa sih Yang?” reaksiku ketika dia menutup roknya kembali. Pada tahap saling membuka identitas masing-masing kusebutkan statusku dengan sebenarnya. Aku tak begitu memperhatikan ceritanya. Sekilas aku nampak pahanya yang putih.




















