Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. “Aku harus menjadi orang pertama yang..”
Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar. Bokep Mama Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Aku memilih untuk diam. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Mukaku terasa panas. “Halo.. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Mukaku terasa panas. Erik bergeser ke sampingku. Celana dalamku juga akan dilepasnya. Aku berteriak. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa




















