Napas Mbak Titis semakin memburu. Jam segini kok udah pulang Bu?”, sapaku. Bokep Mama Oughhh… Mbak Titis melenguh panjang menerima perlakuanku yang tiba2. Terus terang, aku ga suka ama bosku. Entah keberanian dari mana yang mendorong wajahku sehingga bibirku mengecup lembut bibir Mbak Titis. Tapi ditepisnya tanganku. Keliaranku itu bertahan selama 10 menitan sementara penisku sengaja kugesek-gesekkan ke vagina Mbak Titis. Spontan aku segera melepas tanganku dan mencoba menarik celanaku. Banyak sekali mani yang kukeluarkan. Ibu Titis menggeser tubuhnya dan sekarang sudah berada tepat di depanku dalam posisi jongkok dengan tangannya tidak lepas dari penisku. Mbak Titis hanya menatapku sayu dengan nafas yang memburu. “Iya, Mas. Kagetku berangsur pulih, aku mengangguk sambil berusaha menenangkan diri. Pak Min itu orang yang dipekerjakan untuk membereskan kantor, semacam OB gitu. “Ahh.!” Mbak Titis berteriak kecil. Setelah beberapa saat akhirnya penisku sudah berada dalam jepitan vagina Mbak Titis. Mbak Titis lagi-lagi melenguh panjang.




















