Ketika aku mengeluarkan dompet, ia berkata.“Nanti aja, sekarang kita ke kontrakanku yuk!”Akupun menurut saja dan mengikutinya ke rumah. “Sebentar Mas, berbaring aja dulu!” katanya sambil menelentangkan badanku.Diambilnya cologne biasa, bukan merk mahal, dan diusapkannya di dadaku dan ketiakku.“Biar harum”, katanya.Aku semakin terkesan dan mulai menikmati tindakannya. Bokepindo Kali ini dia yang memilih kamar ke penjaganya.“Kamar yang di sudut,” katanya. Aku mengenalnya ketika ia masih menjalankan pekerjaan lamanya tersebut. Isi dalam kamr tidak berbeda dengan kamar lainnya. Sekarang baru bisa pulang dan mau istirahat”. Kalau tidak ada di hotel, kucari dia di kontrakannya. Aku tahu beberapa kamar yang dipasang cermin. Ini juga mau pulang, istirahat di rumah,” kataku. Dulu aku punya, namun putus dan kujual,” jawabnya.Akhirnya kami berjalan ke depan menunggu Metro Mini yang ke arah Pasar Minggu.




















