Kadang kadang aku datang ke kantornya dan hanya dengan mengangkat roknya aku menjelajahi area area sensitifnya secara cepat dan efisien. Film Porno “iya, sayang punya kamu lebih enak dan baguss sekali..” kataku terengah engah. Dan tanpa sadar aku mencium pipinya, dia melihatku dengan mata sayu lalu tiba tiba Jenni membalas dengan kecupan di bibir. “Kenapa emang Jen, elo lagi ada masalah dengan cowo lo yang ramah itu?”
“Justru itu Urip, gue lagi mikir mau putus sama dia. Usai makan nampaknya dia buru buru ingin masuk ke kamar.Jenni tidak menolak ketika aku menawarkan mengantarkannya. tapi itu kan gak menyelesaikan?”
“Biar puas aja..” Tiba tiba dia menangis.Wah gawat nih, pikirku. Dari balik cermin kulihat pantatnya yang montok dan mulus itu, membuat gairahku meledak ledak. “Gue melihat dia jalan ama temen gue, dan kepergok di kosan temen gue itu”
“Trus?”
“Gue gak bisa maafin dia..”
“Ya, sudah mungkin kamu masih emosi saja, santai saja dulu masih banyak pekerjaan. uhh..” Masih dalam posisi




















