Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Kamipun akhirnya asik dengan permainan kami sendiri. Bokep Jepang Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Evi sudah menghampiri aku dan langsung duduk bersandar di depanku sambil meraih kedua tanganku untuk memeluknya erat-erat. Semua terheran-heran melihat Evi langsung membuka pintu dan lari keluar.Bukankah paerjalanan masih jauh? Setelah keringat kami mengering, Evi pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi. Aku pun menyadarinya. Aku geser posisi dudukku mendekati Evi. Suasana yang dingin, jadi pemicu kedekatanku dengan Evi. Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi katanya khusus dinyanyikan untuk aku.Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Evi langsung menarikku ke luar..Kami memisahkan diri dari rombongan memilih lokasi di anak tangga bungalow diujung taman yang kebetulan sepi. Cemburukah dia? Akupun lupa dengan ajakan Tia untuk menikmati aroma terapi bersama. di sana pula aku berkenalan dengan Tia, seorang gadis yang cantik, berbadan tinggi sintal dan berkepribadian menarik.




















