“Kamu mau kemana ini?”
“Tak tahu,” kataku. Secara otomatis, jemariku mulai meraba dan menjelajahi bagian terintim dari tubuhnya. Bokep STW Ia menatap mataku. Jangan bergerak. Semua yang sudah kulalui. Hanya sebuah nama, yang dimiliki berjuta-juta orang. “Baiklah,” ucapnya, “ke sini. Kuangkat lenganku dan memajukan tubuhku, berusaha memeluk dan menciumnya. Nafsuku sudah sampai ke ujung. Tak perduli, kutekan lagi pinggulku. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama. Alunan instrumen membuatku terlena beberapa saat kemudian.“Kamu terangsang,” ia berbisik tiba-tiba. Aku bukan anak kecil, ucapku dalam hati, aku orang dewasa. Lalu ia menarik sebelah kantung matanya dengan jemari telunjuk, sambil mengeluarkan lidah. Semua yang sudah kulalui. Saat aku memindah perseneling, jemarinya terangkat dan menggenggam pergelangan tanganku. Aku tertawa melihatnya. Jangan bergerak. Aku merasa malu sendiri. Ia.Pagi menjelang. Tapi…”
“Tidak, kamu masih perjaka,” ia berbisik lagi. Ia tertawa kecil saat kugigit kulit dadanya. Kenikmatan yang luar biasa, saat ia memainkan jemarinya di sana.




















