Aku melanjutkan aksiku dengan memuji keberuntungan Mas Irwan mendapatkan dirinya, aku memuja kecantikanya dan tak lupa aku berandai-andai jika aku yang mengenalnya lebih dulu mungkin mala itu akan berbeda serta lebih indah pastinya. Film Porno memek sempitnya kini telah tercetak sempurna seukuran kontolku seakan-akan memang tercipta untuk (kontol) ku. Sejurus kemudian aku melanjutkan aksiku dengan memanjakan tanganku, melingkarkan tanganku ke pinggangnya dan meraih toketnya yang menggantung kenyal. Aku terpana dan aku terpesona oleh semua yang ada pada dirinya, aku benar-benar dibuatnya jatuh dalam cinta yang tak seharusnya.Kesempatan datang saat malam takbiran, ketika itu aku mengajak semua untuk berjalan-jalan melihat keramaian kota yang dipenuhi takbir keliling. Tak ingin kehilangan momen, aku mengajak Mbak Mawar untuk mampir ke kafe yang berada tak jauh dari toko itu.“oya, Maaf ya Mbak…mungkin tadi aku terlalu over acting!




















