Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Aku sekedar menjelaskan, Cuma mau tanya pelajaran, Pak. Bokep Live Agak sakit Pak. Secara kebetulan pula Mama dan papaku mengizinkan begitu saja. Iya, nanti jam setengah dua belas saya ngajar lagi, sekarang mau ngaso dulu.Aku dan temanteman mengajak, Di sini aja Pak, kita ngobrolngobrol, dia setuju.OK, bolehboleh aja kalau kalian tidak keberatan!Aku dan temanteman bilang, Tidak, Pak., lalu aku menimpali lagi, Sekalisekali, donk, Pak kita dijajanin, lalu temanteman yang lain, Naa..aa, betuu..uul. Aku ingin merintih tetapi kutahan.Pak Irfan bertanya lagi, Sakit, Dya. Tunggu, ya, saya pake baju dulu. Lalu aku memancing, Kok, tadi ada yang begituan.Dia bertanya lagi, Yang begituan yang mana. Kok sepi banget Pak, rumahnya.Dia tersenyum, Saya kost di sini. Lumayan buat isengiseng. Memang tampak Pak Irfan hanya mengenakan handuk saja. Tampak Pak Irfan tersenyum dan aku berpurapura minta maaf.Sorry, ya Pak. Maa..aa..aaf, ya, Pak.Pak Irfan hanya tersenyum saja, Ya.




















