Kucium bibirnya yang tipis. Bokeb Kudekati dan kutanya,“Kenapa Teh, maaf kelihatannya lagi berantem. Tercium aroma khas yang dipunyai seorang wanita. Gairah kami seakan-akan meledak sampai seluruh badan terasa sakit dan ngilu. Kulepaskan lagi ciumanku dan kutatap matanya.“Aku mohon.. Pintu keluar dan pintu kamar mandi berdekatan posisinya. Daripada saya ladenin, nanti jadi makin rame saya tinggal pulang aja ke kantor. Malam ini masih panjang. Eh dianya cemburu ketika ketemu kami di Cibinong,” jawabnya.“Kan bisa dijelasin ama suaminya?”“Sudah, tapi dia nggak terima. Kupandangi wajah Titin, kupegang tangannya dan dengan sekali tarikan ia sudah ada dalam pelukanku. Terasa basah dan hangat. Kamu benar-benar hebat.”“Nggak apa-apa. Malam ini masih panjang. Kuperiksa sebentar kelengkapannya. Tangannya pun tak mau ketinggalan memegang bahkan mencengkeram keras kejantananku dari luar. Aku makin asyik dengan mainanku. Menenangkan pikiran,” ajakku.“Boleh, tapi jangan kemalaman ya!”“Nggak, kan rumahmu juga nggak terlalu jauh ke Puncak”.Aku mulai berpikir, pasti kami nggak akan kemalaman, paling-paling kepagian.




















