Terasa sakit sekali.“Uffpp.. Sekilas ada keinginanku untuk berswalayan-ria. Bokep SMA Dik Anto tunggu sebentar di bawah ya!”Aku menunggu Pak Jay turun ke lobby. Bukan buatan pabrik jamu, melainkan saya buat sendiri. Tangan kirinya memegang kepalaku dan menekankan ke selangkangannya. Orang kaya yang punya jabatan tentu tingkat stressnya lebih tinggi dan belum tentu mereka dapat menikmati semua yang ada padanya. Ini apa?” tanyaku sambil membuka laci meja dan menunjukkan kotak “25” yang kosong tadi. “Boleh saja, tapi tarif untuknya agak tinggi sedikit,” katanya sambil tersenyum kemudian menyebutkan rupiah yang harus kusediakan.Kuiyakan dan disuruhnya aku masuk ke kamar VIP, ada AC-nya meskipun berisik dan tidak terlalu dingin. Aku sih tidak tertarik dengan promosinya. Ternyata semua mobil lagi dipakai. Sampaikan terima kasih dan salam untuk pimpinanmu, Pak Is” katanya sambil menyalamiku. Aku menduga-duga apa gerangan sebabnya aku dipanggil mendadak begini.“Duduk, Dik. “Punggungku dipijat saja, kaki dan tangan boleh diurut”.Aku berbaring di atas spring bed.




















