Setelah rencana itu matang, aku berjalan santai menuju pohon temat anak-anak nongkrong dan tempat aku menunggu Rahmat minggu lalu.“Eh, ada Niky, si makhluk cantik duduk di sini lagi rupanya,” Mario mulai genit“Iya nih, lagi nunggu supir ya?” Balas Toby“mmm,” aku hanya menggumam seolah tdk menanggapi merekaDuduk beberapa menit sambil mengutak atik handphone, aku pura-pura menelepon Rahmat, supirku sepeti biasa, hanya saja, karena aku sdh peringatkan supaya tdk menjemput, jadi ga mungkin dia jemput aku kan? Gila jg ya aku ini.“Udah lah Nik, kita sama-sama tau lah,” Kata Mario“Hah? Bokepindo beberapa kilometer sebelum sampai ke sekolahku aku teringat akan beberapa teman-temanku bagai preman yg minggu lalu menggoda aku.Terbesit pikiran bagaimana ya jika bermain dgn mereka, dgn anak seumuranku. Kontol Mario yg tdk terlalu tebal itu mudah masuk ke dlm meqiku ini, dia langsung menggenjot dgn tempo yg cukup tinggiAku tdk tahu apa yg Toby dan Patrick bicarakan, namun setelah menerima bungkusan dari Toby, dia




















