Ada tulisan: dilarang duduk?” sahutku bercanda.“Aku nitip tas yah, mau pesen makanan sebentar.” serunya sambil berlalu meninggalkanku.Tak lama kemudian ia pun kembali sambil membawa sebuah nampan berisi pesanannya. Bertahun-tahun aku selalu bersamanya, kenapa baru sekarang aku tersadar kalau selama ini ada bidadari cantik yang selalu ada di sampingku.”“Hoamm…!! Bokep Tante Mama juga ngomong kok sama Nita tadi di telpon sebelum berangkat ke Madiun.”“Kalau gitu sekalian aja kamu bareng Bram, sayang. Wanita itu berambut panjang dan tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. ‘Kan aku sudah terbiasa sendirian.”“Iya aku paham hal itu, tapi kan kamu gak pernah di rumah sendirian, Nit. Ni kepalaku udah pusing banget.” ujarku dengan muka bete.“Iya-iya yok ke kantin yok, aku juga laper, tadi pagi gak sempet sarapan.” ujarnya sambil memamerkan barisan giginya yang putih. Aku hanya bisa meringis sambil mengikuti langkahnya.Aku sangat yakin kalau saat ini pasti ada puluhan mata yang tertuju ke arahku.




















