Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Bokep China “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Akibatnya sebuah mobil berwarna putih yang hilang kendali menabrak anak laki-laki itu. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Aku mematung di tempatku berdiri. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap.




















