Ia meremas. Tanganku menyusup ke balik CD-nya. Bokep Crot “Sampai di mana nih?”, tanyanya terengah. “Ayolah.., Sar, sebentar aja, sekali aja..”. Sayangnya, aku harus membagi konsentrasiku ke jalan.Menjelang pertigaan Cihampelas Sari melepas jilatannya, bangkit melihat sekeliling. Paling-paling ia hanya menepis tanganku sambil matanya jelalatan khawatir ada orang yang melihatnya. Kucegah Sari membuka pintu hendak turun. “Dengan senang hati”. Aku mengalah, toh masih banyak kesempatan. Okelah, nanti cari akal mencuri waktu. Sementara Sari membersihkan mulutnya dengan tissu. Keteganganku yang tadi sempat turun oleh “gangguan” orang lewat, kini naik lagi. Sampai di pertigaan jalan Panorama macet lagi. “Kamu sendiri deh”. Sari diam saja. Ada 3 orang pegawai koperasi yang melayani toko ini, 2 diantaranya cewek. Tawaran yang naif, sebab jawabannya begitu jelas. “Dicepetin.., Sar..”. Tangan Sari kuraih kuletakkan di selangkanganku, lalu tanganku kembali ke susu segarnya.












