Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yg berserakan di lantai. Vidio Porno Suasananya sepi-sepi saja. “Namun apa nanti Mama dan Papa kamu tak marah, Lin?”, tanyaku masih tetap tak mengerti keinginannya.Lidya tak menyahuti, malah berdiri dan menarik tanganku. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Namun tetap saja aku tak merasakan sesuatu.Dan tiba-tiba saja Lidya mencium bibirku. Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. Sembari memandangiku yg masih terbaring dalam keaadaan polos, Lidya mengenakan lagi pakaiannya. Aku benci dgn suaminya. “Tak.., tak ada apa-apa, sahut Lidya sembari merapihkan pakaiannya.Aku bangkit dan duduk di sisi pembaringan. Namun aku disambut Lidya yg memakai baju seperti mau pergi ke pesta saja. Tak terlihat ada pesta. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Apalagi sampai jatuh cinta. Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah.




















