Aku segera pamit dari gubuknya dan tidak lupa memberikan kepada Mak Erot tanda terima kasih berupa sejumlah uang yang aku masukkan dalam amplop putih. Bokep Asia sambil memilin putingnya aku terus mengeluarmasukkan senjataku. Aku yang sudah lupa dengan Mak Erot kali ini jadi tercengang. Meskipun rumahnya gubuk, namun kelihatan rapi, bersih dan terawat. setelah diberitahukan segala sesuatunya proses pengobatankupun dimulai. Kadang dadaku dielus-elus, bahkan kadang aku lagi pulas. Senjataku yang sudah kaku dari tadi pun sekarang tepat di mukanya.Bau khas vagina menyeruak di hidungku. Mak Erot hanya tersenyum simpul. Banyak sekali iklan yang menyebut Mak Erot dan semua mengaku asli. Sepulang kerja aku langsung menuju kamar mandi untuk melihat perubahan pada senjataku. hingga akhirnya kami sama-sama tak tahan sendiri. Lily datang dengan dandanan khasnya. Aku gendong tubuhnya dan aku rebahkan perlahan di atas ranjang yang empuk. Dalam mimpi aku bertemu kembali dengan Mak Erot.




















